Tampilkan postingan dengan label Jaringan komputer dan komunikasi data. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan komputer dan komunikasi data. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

STATIC ROUTING


Pada suatu jaringan bisnis berskala besar atau enterprise yang terdiri dari banyak lokasi yang tersebar secara remote, maka komunikasi antar site dengan management routing protocol yang bagus adalah suatu keharusan. Baik static route ataupun dynamic routing haruslah di design sedemikian rupa agar sangat efficient.
Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain dynamic routing adalah suatu mekanisme routing dimana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic. Lihat juga artikel memahami IP routing Protocol.
Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah di configure secara manual dan dimaintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya. Lihat juga artikel tentang memahami hardware router.
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigure secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigure untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, dimana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket. Lihat juga DNS forwarding untuk memahami default gateway.
Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entry – suatu entry yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entry yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.
Static route terdiri dari command-command konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. sebuah router hanya akan meneruskan paket hanya kepada subnet-subnet yang ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepada nya – keluar interface dari router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protocolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan kemana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.
Gambar berikut adalah contoh diagram agar memudahkan kita memahami bagaimana kita harus memberikan konfigurasi static route kepada router. Pada contoh berikut ini dua buah ping dilakukan untuk melakukan test connectivity IP dari Sydney router kepada router Perth.
 

Selasa, 06 Desember 2011

Alamat IP Versi 6

      Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

Selayang pandang

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix. 

Minggu, 20 November 2011

TCP/IP versi 4

Alamat IP versi 4

      Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.

Representasi Alamat
      Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
  • Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
    Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
    Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
  • Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.

Sabtu, 19 November 2011

OSI LAYER 7


OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)
I. PENGERTIAN
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
       Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application.

Selasa, 25 Oktober 2011

Network service dan arsitektur komunikasi data

Network Service 
       
        jaringan (network) adalah kumpulan dua atau lebih sistem komputer yang terhubung satu sama lain sedangkan Arsitektur komunikasi komputer adalah merupakan suatu penetapan terhadap elemen-elemen, fungsi-fungsi dari setiap elemen dan hubungan antar elemen yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi data. 

  • Komunikasi Data merupakan proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan perangkat
  • Bisa antara komputer dan komputer, komputer dengan terminal, peralatan, atau peratalan dengan peralatan komputer.
  • Ex : client keclient, client keserver, sinyaltelpon, SMS, Radio, Televivisi
       Pengertian Network
  Jaringan (network) adalah kumpulan dua atau lebih sistem komputer yang terhubung yang mana terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya seperti: kabel, switch, HUB, router, dll yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

Topologi Jaringan

Sebelum kita membahas topik Topologi Jaringan Komputer ini, kita perlu tahu apa sih topologi jaringan itu?? Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan disini dibagi menjadi 5 :

  1. Topologi Bus
  2. Topologi Ring ( Cincin )
  3. Topologi Star ( Bintang )
  4. Topologi Mesh ( Jala )
  5. Topologi Tree ( Pohon ) Topologi Bus

    1. Topologi Bus 

    Pada topologi bus ini bentuk susunan komputernya menggunakan satu kabel memanjang yang mana awal dan akhirnya tidak bertemu, sehingga dua ujung jaringan (Awal dan Akhir) harus menggunakan Terminator, untuk kabel dan connector yang digunakan adalah Kabel Coaxial dan Connector BNC
    Topologi bus ini sering kali dijumpai pada sistem client/server dimana salah satu komputer digunakan sebagai server dan lainnya menjadi client. Instalasi pada jaringan Bus ini sangat sederhana dan murah, karena maksimal hanya 5-7 komputer.
    Ciri-ciri Topologi Bus : Topologi Bus merupakan teknologi lama yang dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris Tidak memerlukan peralatan aktif untuk menghubungkan komputer, Susah melakukan pelacakan kerusakan Sangat Ekonomis dalam biaya Tidak memerlukan hub, Paket-paket data saling bersimpang di satu kabel
    Kelemahan Topologi Bus : Jika salah satu komputer mati atau kabel terputus, maka komputer lain tidak dapa berkomunikasi / koneksi down. Traffic yang padat akan memperlambat akses data Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada topologi ini
    Kelebihan Topologi Bus : Hemat biaya Tidak banyak menggunakan kabel untuk menghubungkan ke perangkat lainnya Cukup mudah jika kita ingin memperluas jaringan 
     gambar dari topologi bus

Selasa, 18 Oktober 2011

Sistem Operasi Jaringan

      Sistem operasi jaringan menyediakan fungsi khusus untuk menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan, mengelola sumber daya jaringan, menyediakan layanan serta menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users Sistem operasi oleh jaringan client/server yang umum digunakan adalah Windows NT Server family (Windows Server 2000 dan 2003), Novell NetWare, dan Unix/Linux. Windows 98, Windows 2000 professional, Windows XP professional, dan Windows NT Workstation tidak digunakan oleh server, tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan, seperti dapat mengakses file dan printer.

Selasa, 11 Oktober 2011

MEDIA TRANSMISI WIREless (unguided)

        
       Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.Gelombang mikro gelombang micro (microwave) merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP). Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil. Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh peasawat terbang yang melintas di atasnya.

Minggu, 02 Oktober 2011

Media Tranmisi

  Terdapat dua kategori dasar media transmisi 

1.Guided transmission media

  • Menggunakan sistem kabel untuk menyalurkan data/sinyal
  • Data/sinyal terikat (bounded) oleh sistem kabel
  • Disebut juga ‘bound media’

    Macam-macam guided media :

  1. Open wire
  2. Twisted pair cable
  3. Coaxial cable
  4. Fibre optic cable   



2.Unguided transmission media

  • Merupakan media untuk menyalurkan data/sinyal tapi tidak secara fisik mengguide  data/sinyal melalui route yang spesifik
  • Disebut juga ‘unbound media’

       1.   OPEN WIRE
  •        Kabel terbuka (tanpa pembungkus/pelindung
  •      Rawan terhadap gangguan noise dan interferensi 
  •      Tidak dapat digunakan untuk transmisi data

    Selasa, 27 September 2011

    Perangkat Jaringan

                Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program – program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya.Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.
                Perangkat jaringan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian: 
           Perangkat keras
                 Perangkat lunak

    Data Sheet Layer 3 managed

                Cisco Catalyst ® 3560 ® Serispesifikasi Produk   Cisco Catalyst ® 3560 ® Series adalah garis fixed-konfigurasi, switch kelas enterprise yang mencakup IEEE 802.3af dan Power Cisco prestandard over Ethernet (PoE) fungsi dalam Fast Ethernet dan Gigabit Ethernet konfigurasi. The Cisco Catalyst 3560 merupakan lapisan akses switch yang ideal untuk LAN akses usaha kecil atau cabang-kantor lingkungan, menggabungkan kedua 10/100/1000 dan konfigurasi PoE untuk produktivitas maksimum dan perlindungan investasi sementara memungkinkan penyebaran aplikasi baru seperti IP telephony, nirkabel akses, video surveillance, membangun sistem manajemen, dan kios video jarak jauh. Pelanggan dapat menyebarkan layanan-seperti cerdas networkwide sebagai kualitas canggih layanan (QoS), rate limiting, daftar kontrol akses (ACL), manajemen multicast, dan kinerja tinggi routing IP-sambil mempertahankan kesederhanaan switching LAN tradisional. Tersedia untuk Cisco Catalyst 3560 Series tanpa dikenakan biaya, Cisco Network Assistant adalah aplikasi manajemen terpusat yang menyederhanakan tugas-tugas administrasi untuk Cisco switch, router, dan jalur akses nirkabel. Cisco Network Assistant menyediakan penyihir konfigurasi yang sangat menyederhanakan pelaksanaan konvergensi jaringan dan layanan jaringan cerdas.

    Selasa, 20 September 2011

    NIC ( Network interface card )

    Network Interface Card

    NIC (Network Interface Card) adalah bagian hardware komputer yang dirancang agar komputer dapat berkomunikasi dalam jaringan computer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).Setiap network card memiliki serial number unik 48 bit yang disebut Media Access Control (MAC). Fungsi MAC adalah memberitahu NIC apa yang sedang berjalan dalam jaringan.

    Sabtu, 17 September 2011

    Pengkodean data/ Encoding data


    Coding : Penggambaran dari satu set simbol menjadi set simbol yang lain.

     Sistem sandi yang umum dipakai :

    a.   ASCII (American Standard Code for Information Interchange)

    1.Paling banyak digunakan
    2.Merupakan sandi 7 bit
    3.Terdapat 128 macam simbol yang dapat diberi sandi ini
    4.Untuk transmisi asinkron terdiri dari 10 atau 11 bit yaitu : 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas, 1 atau 2 bit akhir
    b.   Sandi Baudot Code (CCITT Alfabet No. 2 / Telex Code
    1. Terdiri dari 5 bit
    2.Terdapat 32 macam simbol
    3.Digunakan 2 sandi khusus sehingga semua abjad dan angka dapat diberi sandi yaitu :
    -   LETTERS (11111)
    -   FIGURES (11011)
    4.Tiap karakter terdiri dari : 1 bit awal, 5 bit data dan 1,42 bit akhir
    c.   Sandi 4 atau 8
    1.Sandi dari IBM dengan kombinasi yang diperbolehkan adalah 4 buah “1” dan 4 buah “0”
    2.Terdapat 70 karakter yang dapat diberi sandi
    3.Transmisi asinkron membutuhkan bit, yaitu :   1 bit awal, 8 bit data dan 1 bit akhir.
    d.   BCD (Binary Coded Decimal)
    1.Sandi 6 bit
    2.Terdapat 64 kombinasi sandi
    3.Transmisi asinkron membutuhkan 9 bit, yaitu : 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.
    e.   EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)
    1.Sandi 8 bit untuk 256 karakter
         2.Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit, yaitu : 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit  
             akhir.